Sabtu, 21 Desember 2013

Pria : Kami Tak harus selalu ungkapkan 'CINTA'

'Kenapa sih cowok itu nggak sering bilang cinta?' dengan riuhnya saya mendengar wanita-wanita di pojok kantin itu. Begitulah mungkin pertanyaan yang sering muncul di benak wanita tentang kami. Yah, memang sudah dari kodratnya, pria tidak semudah itu untuk menunjukkan sisi sentimentil dalam dirinya. Namun bukan berarti mereka tidak cinta. menurut pandangan umum Ada beberapa alasan menarik mengapa kami tidak selalu mengekspresikan perasaan kami.

1. Haruskah kami Mengatakan Cinta?


mungin menurut kalian para wanita, Jawabannya memang harus. Namun untuk kami hal itu bukan berarti harus sering diungkapkan. Lama-lama, kalian yang sedang ada dalam cinta kami, mungkin akan merasa bosan dan merasa kata-kata itu sebagai bualan jika terlalu sering diungkapkan. kami tahu, kapan naluri menghantarkan kami untuk mengutarakan perasaan ini.


2. Cintaku Lebih Dari Kata-Kata


Hal ini berlaku pada kami yang paling sering dikatakan tidak romantis. Mungkin secara verbal kami tidak mengatakannya, namun cobalah perhatikan apakah kami melakukan sesuatu yang lebih untukmu dan hubungan kita ? Biasanya, kami yang benar-benar mencintaimu, mungkin tidak akan banyak bicara, namun melakukan banyak hal yang bisa menunjukkan kesungguhan dan perhatian kami untukmu.


3. Memang Bukan Tipe Romantis


Ada orang yang memang tidak romantis dan mereka mengakui hal itu. Orang seperti ini biasanya memandang cinta dari segi yang lebih logis dan realistis. pandangan ini biasanya dimiliki oleh kami yang punya visi besar. Meski begitu, bukan berarti kami tidak memiliki cinta yang besar bagi pasangan kami. termasuk aku untu dirimu.


4. Punya Pandangan dan Cara Sendiri Untuk Mengungkapkan Cinta Kami
Ada dari kami yang punya pandangan dan cara sendiri untuk menjelaskan cinta kami pada seseorang yang kami cintai. Tidak dengan kata cinta, namun dengan bahasa tubuh, dengan perhatian, dan kami tahu momen-momen yang tepat bagi kami untuk mengatakan cinta pada pasangan kami.


Kadang cinta itu memang perlu diungkapkan lewat kata-kata. Namun ada banyak cara bagi kami seorang pria, untuk memberikan cinta pada pasangan kami. Mungkin tak terdengar lewat ungkapan, namun bisa terlihat dengan mata dan terasa lewat hati. Semoga kalian segera mengerti kami Ladies. berhenti merengek dan merajuk karena kami jarang mengungkapan cinta. kami bukan cowok kemarin sore yang dengan berlebihannya mengatakan 'aku cinta kamu' setiap saat. mari belajar dewasa bersama kami.


nah setelah tahu hal ini, Menurut kalian ladies.. Harus gak sih Bilang I LOVE YOU ..?? Alasanya apa,,? ;)

Surga di Kaki Perempuan Hujan

semuanya berhak menulis, kapanpun dan dimanapun. seorang gadis yang selalu hidup bersama sayap bidadrinya menuangkan sebuah sajak dalam alur kata-kata.
aku Annisa Laras, hari ini aku menulis tentang Perempuan Hujan..



Bagiku hujan selalu menyimpan berjuta kenangan dibalik pesonanya yang luarbiasa, pesona sakral yang terkadang mengusik alam bawah sadar manusia. Bagaimana tidak, segalanya terasa semakin melankolis saat hujan turun. Anak adam bisa dengan tiba-tiba menangis untuk kemudian beberapa detik selanjutnya senyum simpul sudah menghiasi wajahnya. Begitupun dengan hari ini, gerimis turun mengiringi perjalananku menemui seseorang. Apakah kalian pernah mengalami sebuah perasaan yang membuncah, seakan segalanya sesak muncul ke permukaan? Ya, itulah yang sedang kurasakan saat ini.

Dari salah satu sudut bis aku memandang lurus keluar jendela, sesekali untuk melihat jalanan macet dan berbagai tabiat asli manusia, atau sekedar menatap rintik hujan yang mengalir malas di dinding bis. Tiba-tiba saja seorang seniman jalanan memainkan harmonika dan gitarnya, mengalunkan nada-nada yang tidak asing di telinga. Ya, lagu opick berjudul “Satu Rindu” memenuhi ruang bis sore ini. Ah, rasanya hari ini alam dan Tuhan tau bagaimana caranya membuatku menjadi benar-benar melankolis. Pelan ku hembuskan nafas tanda menahan sesuatu yang keluar dari mataku agar tidak jatuh. Sedikit kuperbaiki cara dudukku, mencari posisi ternyaman untuk menikmati harmoni nan syahdu ini. Sekilas kulihat seniman jalanan tersebut, nampaknya tidak hanya penumpang bis saja yang sangat menikmati alunan nada itu, tapi juga ia sendiri sesekali memejamkan matanya untuk sekedar merasakan ruh dari lagu tersebut. Kembali kuhadapkan wajahku menatap lurus keluar jendela bis. Aku setuju, hujan adalah momen paling tepat untuk benar-benar sendiri dan diam – maksudku, aku tidak mau seorangpun mengajakku berbicara saat ini. Terlalu indah untuk aku lewatkan.

Perlahan kusandarkan kepala ke sisi kiri kursi bis, sepertinya aku cukup lelah hari ini. Sekali lagi, aku benar-benar percaya alasan Tuhan menciptakan hujan, agar ia mampu mengobati jiwa setiap hamba-hambaNya yang terluka, menghilangkan racun yang ada didalam hati, atau menjelma menjadi sebuah mesin waktu, dan mungkin untuk sekedar mencipta kenangan yang dikendaki ada atau menghilangkan kenangan lain untuk kemudian musnah tak berbekas. Dan hari ini, hujan menjadi sebuah mesin waktu bagiku. Mesin waktu yang membawaku berjalan jauh menembus batas ruang di masa lalu. Masa dimana aku benar-benar mengenal perempuan hujan itu.

Jika embun ada dibersamai oleh pagi, maka seseorang yang akan kutemui ini pun ada dibersamai oleh hujan. Maksudku, andai Tuhan memberikan hujan kemampuan untuk berbicara, maka ia akan bercerita banyak tentangnya, tentang masa-masa yang telah ia lalui bersamanya, tentang suka duka perempuan hujan ini menghirup udara kehidupan yang terkadang melegakan, meskipun seringnya menyesakkan. Aku tau alasan Tuhan melahirkannya ke dunia untukku, seyakin saat Tuhan menciptakan hujan untuk bumi. Dan aku sangat yakin, hampir separuh hidupnya ia lalui bersama hujan.

Tiba-tiba saja bis yang aku tumpangi sudah berada di terminal. Rasa-rasanya ingin aku segera berada di tempat dimana perempuan hujan itu menungguku sekarang. Segera ku langkahkan kaki dengan mantap untuk meneruskan perjalanan selanjutnya, ya tinggal satu langkah lagi.

Aku turun dari becak yang membawaku, dari kejauhan aku bisa melihat sosok perempuan paruh baya berdiri menungguku di depan rumah. Dalam waktu yang bersamaan ia langsung merentangkan kedua tangannya, seketika kupercepat langkahku setengah berlari menujunya. Sontak langsung kupeluk tubuhnya, dan ia pun demikian lebih erat. Ya, ini adalah pertemuan pertama kami setelah sekian bulan terpisah oleh jarak dan ruang, aku tidak pernah selama ini berjauhan dengan ibuku. Masih dalam pelukannya, ia usap-usap kepalaku sambil berkata: “bagaimana kuliahnya nak? Baik-baik sajakah?” bisa kupastikan senyum sedang terkembang cantik menghiasi wajahnya. Sayangnya aku terlalu rapuh untuk sekedar melihatnya, aku tak mau ia melihatku menangis.

Biarlah bu, biarkan aku tetap seperti ini ada dalam pelukanmu untuk waktu yang cukup lama lagi. Biarlah Tuhan, biarkanlah kami tetap seperti ini barang sebentar lagi saja. Biarkanlah aku mengingat kembali aroma tubuhnya yang beberapa bulan ini tak pernah aku dapati dimanapun. Biarkanlah aku untuk tetap bersamanya, bersama perempuan hujan yang mampu menaklukan ribuan hujan demi membesarkan dan mengajariku. Karena ingin menjadi seorang ibu makanya aku sekolah tinggi-tinggi, bu. Ibu yang akan mencetak sendiri anaknya menjadi putra-putri peradaban. Biarkanlah aku menangis dalam pelukannya. Bukankah Kau pun menyukai pemandangan ini, Tuhan.

Terimakasih bu karena telah melahirkanku, terimakasih karena telah menjadi ibu bagiku. Maka, bu, biarkan aku menghadiahkan surga untukmu kelak, dan terimakasih sudah menjadi 'surga' bagi kami.

aku memang tidak tau sakitnya kau melahirkanku,
aku memang tidak tau setiap detik dari jam tidurmu yang aku curi,
aku memang tidak tau kecemasanmu menunggu kami,
aku memang tidak tau betapa gelisahnya kau saat kami sakit,
aku memang tidak tau berapa seringnya hatimu terluka karena sikap kenak-kanakan kami,
aku memang tidak tau besarnya kesabaranmu dalam mengajariku membaca, berhitung dan mengaji,
pun aku memang tidak tau kerasnya kehidupan yang telah kau temui demi membesarkan kami,
namun yang ku tau, Allah pasti menyayangimu, bu :')


Selamat hari ibu :D
dari anak perempuanmu yang beranjak tumbuh besar :')

Annisa Laras yang kau panggil ica
18 desember 2013
15.04 wib, Bandung.

*sumber gambar: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=676526069046120&set=pb.457615994270463.-2207520000.1387353028.&type=3&theater
*sumber note : https://www.facebook.com/notes/annisa-laras/surga-di-kaki-perempuan-hujan/10151882871101748

Jumat, 20 Desember 2013

Ditengah Perjalanan Panjang yang Bernama 'HIDUP' !

Terimakasih Tuhan, Engkau Masih memegang Semua Mimpi-mimpi Indahku, Masih Selalu Memberikan kenaikan padaku meskipun terlebih dahulu harus menyelesaikan Ujian-ujian yang terkadang aku berfikir tak akan pernah mampu menyelesaikannya.. 
..Terimakasih Tuhan,, Hari Ini engkau masih Memberiku Kesempatan Untuk mencium Harumnya Ramadhan.. 
..Semoga Penyertaanmu dalam setiap Langkah-langkah kehidupanku selalu Memelukku, dan Mengarahkanku Ketempat Terbaik dimasa depan.. 
Menguatkan Tatkala Dipersimpangan Aku Sakit dan Nyaris Terjerembab.. 
..Berikanlah selalu Kesehatan Padaku Dan keluargaku, Rizki yang Dapayt Meningkatkan Taraf Ibadah Keluarga Kami, dan Umur Panjang untuk Kesempatan Memperbaiki diri, serta Kesempatan Untuk Mengakhiri Dalam Khusnul Khatimah.. 
.. 
Rabb, Bimbing selalu Hamba Untuk Menjadi Hamba Dari kekasihmu Rasulullah.. Agar Mendapatkan Kasih-Mu yang Menenangkan Perjalanan Panjang Ini, 
perjalanan yang Telah aku TempuH selama 18 Tahun Lebih Ini.. 
Dari Tergendong di Timangan, Merangkak, Lalu Tertatih Berjalan, Hingga Bisa Berjalan Lancar.. Dan Kini diipersiapkan Untuk Menghadapi Pahitnya Kenyataan Dunia.. 
Di Tuntut Mandiri dari Kemanjaan dalam Tempurung Selama Ini.. 
.. 
Aku Berserah Padamu Tuhan.. 
Aku Mencintaimu.. 
Sangat Mencintaimu, Ibu-Ayahku, Abang-ku, Keluargaku,, dan semua Orang-orang yang Mengasihi serta Menyayangiku. 
...aku Mohon Padamu Tuhan, Berikanlah ketukan Pada Mereka yang Membenciku, yang Mencelaku.. Entah Itu Lahir atau dalam Keheningannya.. Agar mereka Menyampaikan Padaku, agar memberikan Ketukan Padaku.. Untuk Mencambuk dalam Setiap Langkahku.. 
.. 
Aku Mencintai-Mu tuhan.. Benar-benar Mencintai-Mu.. 
.. 
#Indah Ramadhan-Mu Rabb. Semoga Lebih Indah Dari tahun-tahun yang Lalu.. 

(Wenda Alifulloh, 19 Juli 2012).